LUBY menyampaikan belasungkawa atas kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Berdasarkan pendataan pemerintah daerah, 75 rumah adat dan 69 art shop terdampak, bersama sejumlah fasilitas umum dan bangunan adat lain. Kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp34 miliar.
Desa Adat Sade menyimpan warisan budaya dan identitas masyarakat Sasak yang dijaga turun-temurun. Kebakaran ini merusak rumah adat, tempat usaha, dan fasilitas yang menjadi bagian dari warisan tersebut.
LUBY menyampaikan simpati dan doa kepada masyarakat yang terdampak. Semoga warga yang kehilangan tempat tinggal, harta benda dan sumber penghidupan mendapat kekuatan dan kemudahan selama masa pemulihan.
LUBY juga mengapresiasi pihak-pihak yang membantu proses pemadaman, evakuasi, penanganan darurat, dan pemulihan masyarakat terdampak. Semoga semangat gotong royong ini membantu masyarakat Sade bangkit kembali.
Kebakaran ini menunjukkan pentingnya keselamatan, terutama pada kawasan dengan bangunan tradisional atau cagar budaya, di mana materialnya mudah terbakar dan bangunannya berdekatan satu sama lain.
Pemerintah mulai memperketat aturan kelistrikan untuk mencegah kejadian serupa. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah instalasi listrik bawah tanah, untuk mengurangi risiko sekaligus menjaga karakter kawasan adat.
Aturan itu juga membatasi pemasangan lampu, warga hanya boleh memasang lampu di bagian dalam rumah adat, tidak di bagian luar bangunan.
LUBY menyediakan beberapa produk pencahayaan untuk kondisi darurat dan aktivitas luar ruangan. Lampu Jalan Solar Panel memanfaatkan energi matahari, sehingga bisa menerangi area luar ruangan tanpa jaringan listrik. Lampu Sorot Solar Panel cocok untuk kebutuhan pencahayaan dengan jangkauan lebih luas.
Lampu Emergency cocok saat listrik padam atau saat dibutuhkan sumber cahaya yang mudah dipindahkan. Headlamp LUBY mengikuti arah pandangan pengguna, sehingga penerangan tetap stabil saat pengguna bergerak.
LUBY berupaya membangun teknologi yang mendukung kesiapan masyarakat menghadapi kondisi darurat, selain memberi kemudahan sehari-hari.
Musibah di Desa Adat Sade menunjukkan bahwa keselamatan dan pelestarian tradisi perlu berjalan beriringan. Semoga pemulihan berjalan lancar dan masyarakat Sade kembali membangun kehidupan serta perekonomian mereka.
Semoga masyarakat terdampak mendapat kekuatan untuk bangkit. Semoga Sade kembali berdiri sebagai rumah masyarakat Sasak dan warisan budaya yang hidup untuk generasi berikutnya.

